Seminari Menengah Wacana Bhakti

Tampilkan postingan dengan label tugas geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas geografi. Tampilkan semua postingan

20 Agustus 2009

link baru geografi

ya jelas kaga ada lah........

orang sini ganti blognya......

namanya

bektigeografi.blogspot.com

12 Mei 2009

Zona Perairan



Arus Laut

a. Di Samudera Pasifik

1) Di sebelah utara khatulistiwa

(a) Arus Khatulistiwa Utara, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke arah barat sejajar dengan garis khatulistiwa dan ditimbulkan serta didorong oleh angin pasat timur laut.
(b) Arus Kuroshio, merupakan lanjutan arus khatulistiwa utara karena setelah sampai di dekat Kepulauan Filipina, arahnya menuju ke utara. Arus ini merupakan arus panas yang mengalir dari utara Kepulauan Filipina, menyusur sebelah timur Kepulauan Jepang dan terus ke pesisir Amerika Utara (terutama Kanada). Arus ini didorong oleh angin barat.
(c) Arus Kalifornia, mengalir di sepanjang pesisir barat Amerika Utara ke arah selatan menuju ke khatulistiwa. Arus ini merupakan lanjutan arus kuroshio, termasuk arus menyimpang (pengaruh daratan) dan arus dingin.
(d) Arus Oyashio, merupakan arus dingin yang didorong oleh angin timur dan mengalir dari selat Bering menuju ke selatan dan berakhir di sebelah timur Kepulauan Jepang karena ditempat ini arus tersebut bertemu dengan arus Kuroshio (terhambat oleh kuroshio). Di tempat pertemuaan arus dingin Oyashio dengan arus panas Kuroshio terdapat daerah perikanan yang kaya, sebab plankton-plankton yang terbawa oleh arus Oyashio berhenti pada daerah pertemuaan arus panas Kuroshio yang hangat dan tumbuh subur.

2) Di sebelah selatan khatulistiwa

(a) Arus Khatulistiwa Selatan, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini ditimbulkan atau didorong oleh angin pasat tenggara.
(b) Arus Humboldt atau Arus Peru, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat yang mengalir di sepanjang barat Amerika Selatan menyusur ke arah utara. Arus ini merupakan arus menyimpang serta didorong oleh angin pasat tenggara dan termasuk arus dingin.
(c) Arus Australia Timur, merupakan lanjutan arus khatulistiwa selatan yang mengalir di sepanjang pesisir Australia Timur dari arah utara ke selatan (sebelah timur Great Barrier Reef).
(d) Arus Angin Barat, merupakan lanjutan dari sebagian arus Australia timur yang mengalir menuju ke timur (pada lintang 30 ° - 40 °LS) dan sejajar dengan garis ekuator. Arus ini didorong oleh angin barat.


b. Di Samudera Atlantik

1) Di sebelah utara khatulistiwa

(a) Arus Khatulistiwa Utara, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini ditimbulkan dan didorong angin pasat timur laut.
(b) Arus Teluk Gulfstream, merupakan arus menyimpang yang segera diperkuat oleh dorongan angin besar dan merupakan arus panas. Arus khatulistiwa utara (ditambah dengan sebagian arus khatulistiwa selatan) semula masuk ke Laut Karibia terus ke Teluk Mexiko dan keluar dari teluk ini melalui Selat Florida(sebagai Arus Florida). Arus Florida yang segera bercampur dengan Arus Antillen merupakan arus besar yang mengalir di sepanjang pantai timur Amerika Serikat ke arah Timur. Arus inilah yang disebut arus teluk sebab sebagian dari arus ini keluar dari teluk Meksiko.
(c) Arus Tanah Hijau Timur atau Arus Greenland Timur, merupakan arus dingin yang mengalir dari laut Kutub Utara ke selatan menyusur pantai timur Tanah Hijau. Arus ini didorong oleh angin timur (yang berasal dari daerah kutub).
(d) Arus Labrador, berasal dari laut Kutub Utara yang mengalir ke selatan menyusuri pantai timur Labrador. Arus ini didorong oleh angin timur dan merupakan arus dingin, yang pada umumnya membawa “gunung es” yang ikut dihanyutkan.
(e) Arus Canari, merupakan arus menyimpang dan termasuk arus dingin. Arus ini merupakan lanjutan sebagian arus teluk yang mengubah arahnya setelah pengaruh daratan Spanyol dan mengalir ke arah selatan menyusur pantai barat Afrika Utara.

2) Di sebelah selatan khatulistiwa

(a) Arus Khatulistiwa Selatan, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat, sejajar dengan garis khatulistiwa. Sebagian dari arus ini masuk ke utara (yang bersama-sama dengan arus Khatulistiwa Utara ke Laut Karibia) sedangkan yang sebagian lagi membelok ke selatan. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin pasat tenggara.
(b) Arus Brazilia, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat yang mengalir ke arah selatan menyusuri pantai timur Amerika Selatan (khususnya Brazilia). Arus ini termasuk arus menyimpang dan merupakan arus panas.
(c) Arus Benguela, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat, yang mengalir ke arah utara menyusuri pantai barat Afrika Selatan. Arus ini merupakan arus dingin, yang akhirnya kembali menjadi Arus Khatulistiwa Selatan.
(d) Arus Angin Barat, merupakan lanjutan dari sebagian Arus Brazilia yang mengalir ke arah timur (pada lintang 30o - 40oLS) sejajar dengan garis ekuator. Arus ini didorong oleh angin barat dan merupakan arus dingin.


c. Di Samudera Hindia

1) Di sebelah utara khatulistiwa
2)
Arus laut samudera ini keadaannya berbeda dengan samudera lain, sebab arah gerakan arus tak tetap dalam setahun melainkan berganti arah dalam ½ tahun, sesuai dengan gerakan angin musim yang menimbulkannya. Arus-arus tersebut adalah sebagai berikut.


(a) Arus Musim Barat Daya, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke timur menyusuri Laut Arab dan Teluk Benguela. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin musim barat daya. Arus ini berjalan kurang kuat sebab mendapa hambatan dari gerakan angin pasat timur laut.
(b) Arus Musim Timur Laut, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat menyusuri Teluk Benguela dan Laut Arab. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin musim timur laut. Arus yang terjadi bergerak agak kuat sebab di dorong oleh dua angin yang saling memperkuat, yaitu angin pasat timur laut dan angin musim timur laut.

2) Di sebelah selatan khatulistiwa

(a) Arus Khatulistiwa Selatan, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa yang nantinya pecah menjadi dua (Arus Maskarena dan Arus Agulhas setelah sampai di timur Madagaskar). Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin pasat tenggara.
(b) Arus Maskarena dan Arus Agulhas, merupakan arus menyimpang dan merupakan arus panas. Arus ini juga merupakan lanjutan dari pecahan Arus Khatulistiwa Selatan. Arus Maskarena mengalir menuju ke selatan, menyusuri pantai Pulau Madagaskar Timur. Arus Agulhas juga mengalir menuju ke selatan menyusuri pantai Pulau Madagaskar Barat.
(c) Arus Angin Barat, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat, yang mengalir ke arah utara menyusur pantai barat Benua Australia. Arus ini termasuk arus menyimpang dan merupakan arus dingin yang akhirnya kembali menjadi Arus Khatulistiwa Selatan.

Pantai Estuaria

Pantai Fyord

04 Mei 2009

Jenis - Jenis Pantai



Jenis-jenis pantai


Pinggir pantai boleh dibahagi kepada dua jenis yang utama iaitu :
l. Pinggir pantai tenggelam - Ini terbentuk akibat penenggelaman kawasan daratan atau naiknya aras laut. Di antara pantai jenis ini termasuklah pinggir pantai ria, pantai fiord, pantai muara dan pantai dalmatia atau pinggir laut membujur.
2. Pinggir pantai timbul - Ini terbentuk akibat penimbulan bumi atau penurunan aras laut. Pinggir pantai jenis ini tidak banyak terdapat dan digambarkan oleh pinggir laut pamah timbul dan pinggir laut tanah tinggi timbul.
Pinggir Pantai Tenggelam
l. Pinggir pantai ria - Ais banyak yang tersimpan pada zaman ais dahulu. Sebahagian besar ais ini mencair apabila iklim berubah menjadi lebih panas. Sebagai akibatnya, air laut semakin bertambah banyak dan aras laut pun bertambah tinggi. Di setengah-setengah kawasan, aras laut ini dianggarkan naik hampir 90 meter tingginya. Di pinggir-pinggir laut tanah tinggi, gunung-ganangnya menganjur lalu membentuk sudut tepat dengan laut, iaitu melintang atau menganjur ke pinggir laut Jadi aras laut yang naik akan meneng,gelamkan kawasan-kawasan lurah yang rendah lalu membentuk anak-anak teluk bercabang yang panjang serta sempit yang diceraikan oleh tanjung-tanjung tinggi. Bentuk ini berbeza dari bentuk fiord tentang dua segi yang penting. Bentuk ini tidak mengalami hakisan glasier dan semakin dalam hala ke laut. Pinggir laut ria merupakan sifat yang biasa bagi pinggir laut jenis Atlantik seperti yang terdapat di barat laut Perancis, barat laut Sepanyol, barat daya Ireland, Devon dan Cornwall. Pantai Ria biasanya membelakangkan kawasan-kawasan pergunungan dan oleh kerana itu tidaklah banyak pelabuhan-pelabuhan perdagangan yang terdapat di sini walaupun kawasan perairannya dalam dan boleh melindungi kapal-kapal yang berlabuh. Sungguhpun begitu kawasan-kawasan ini telah digunakan dengan luasnya untuk pelabuhan perikanan dan pangkalan angkatan laut seperti di Plymouth dan Brest.
2. Pinggir pantai fiord - Pantai Fiord merupakan lekukan hakisan glasier berbentuk U yang telah tenggelam. Fiord menandakan jalan yang diikuti oleh glasier yang turun dari kawasan tanah tinggi. Tebing-tebingnya curam dan biasanya naik terus dari laut. Fiord mempunyai cawangan-cawangan yang bercantum dengan anak-anak teluk utamanya mengikut sudut tepat. Hakisan ais yang terlalu kuat menyebabkan fiord ini dalam di sebelah pedalaman. Bahagian arah ke lautnya cetek kerana di sini terdapat sebuah permatang batuan yang dinamakan tubir. Di luar kawasan fiord banyak terdapat pulau atau pulau kecil. Pulau-pulau kecil ini adakalanya 60 meter sahaja dalamnya dan menyebabkan pelayaran di pinggir laut sukar jika terdapat pula tubir cetek. Hampir semua pinggir laut fiord terletak di kawasan garis lintang yang lebih tinggi di kawasan-kawasan hawa sederhana yang pernah mengalami tindakan glasier. Contohnya terdapat di Norway, Alaska, British Columbia, Chile Selatan dan Pulau Selatan New Zealand. Setengah-setengah fiord yang besar sangatlah panjang dan dalam pula. Umpamanya, Fiord Sogne di Norway panjangnya 177 km, 6 km lebar dan dalamnya hampir 1220 meter di bahagian tengahnya. Walaupun kawasan perairannya dalam dan terlindung tetapi pelabuhan-pelabuhan besar tidaklah banyak di sini. Latar belakangnya yang bergunung-ganang dan dengan jalan ke pedalamannya yang sukar menyebabkan kawasan ini tidak menarik hati untuk pembangunan dan petempatan. Usaha-usaha pertanian hanya terhad kepada kawasan-kawasan kipas delta yang telah terbina di kawasan-kawasan sungai yang turun mengalir ke fiord. Beberapa bandar yang ada di sini menjadi pusat perikanan ataupun pusat pemasaran. Misalnya Trondheim hanya penting di kawasan itu sahaja.
3. Pinggir pantai Dalmatia - Pinggir pantai ini mempunyai sistem pergunungan yang selari dengan pantai. Nama ini berpunca dari pinggir pantai Dalmatia di Yugoslavia yang terletak di sepanjang Laut Adriatic. Di sini pinggir laut yang tenggelam menghasilkan anak teluk yang panjang serta sempit, dengan rangkaian-rangkaian pulau yang selari dengan pinggir laut. Pulau-pulau yang memanjang ini sebenarnya merupakan kemuncak banjaran-banjaran gunung lama, dan selat-selat sempit itu pula merupakan lurah-lurahnya yang memanjang. Jenis pinggir pantai Dalmatia ini juga merupakan sifat yang biasa terdapat di pinggir laut Pasifik di mana banjaran-banjaran gunungnya selari dengan pantai. Contohnya ialah pinggir laut barat Amerika Utara dan Selatan tetapi pinggir laut di sini lebih lurus keadaannya. Seperti dengan pinggir-pinggir pantai fiord dan ria keadaannya yang bergunung-ganang menyebabkan perhubungan dengan kawasan pedalaman sukar dilakukan. Kawasan ini mempunyai pelabuhan-pelabuhan yang dalam dan terlindung. Sungguhpun demikian pelabuhan-pelabuhan yang baik tidak terdapat di sini. Walaupun begitu terdapat juga beberapa buah pelabuhan penting di pinggir-pinggir laut Pasif ik.
4. Pinggir pantai muara. - Di kawasan tanah pamah tenggelam, kuala-kuala sungai telah tenggelam. Dengan itu terbentuklah muara-muara yang berbentuk corong. Muara-muara ini boleh menjadi tapak bina pelabuhan yang baik jikalau jalan masuknya tidak terhalang oleh beting pasir. Umpamanya muara-muara Sungai Thames, Eibe dan Plate telah menjadi tapak bina pelabuhan-pelabuhan yang besar seperti London, Hamburg dan Buenos Aires. Pelabuhan ini menjadi lebih baik kalau ada pengaruh pasang surut. Bahkan kalaupun ada terdapat pemendapan kelodak di sini jentera-jentera pengorek moden dapat membuka pelabuhan-pelabuhan ini sepanjang masa.
Pinggir Pantai Timbul
1. Pinggir pantai tanah pamah terangkat - Rusuk benua yang terangkat menjadi sebuah kawasan tanah pamah pinggir laut yang bercerun landai. Air di luar pinggir lautnya cetek dan mengandungi lagun, paya masin dan kukup. Pantai dan bukit pasir laut akan terjadi jikalau timbunan yang timbul dari pelantar benua itu terdiri daripada pasir dan batu kelikir. Pelabuhan-pelabuhan yang dahulunya terletak di pinggir laut sekarang ini telah menjadi bandar di pedalaman. Antara contoh tanah pamah pinggir pantai timbul termasuklah kawasan tenggara Amerika Syarikat, Finland Barat, Sweden Timur dan sebahagian daripada pinggir laut Argentina yang terletak di sebelah selatan Rio de La Plata.
2. Pinggir pantai tanah tinggi timbul.- Gelinciran dan gerakan bumi mungkin menaikan dataran tinggi pinggir pantai dan menghasilkan bentuk-bentuk penimbulan. Pinggir laut terangkat merupakan bentuk yang terkemuka kerana kawasan ini tidak dapat lagi dipengaruhi oleh tindakan ombak, tetapi tetap mempunyai sifat-sifat lamanya seperti gerbang laut, batu tunggul dan bentuk-bentuk pinggir pantai yang lain. Pinggir Iaut tanah tinggi terangkat ini boleh dikatakan lurus dan mempunyai tebing tinggi yang curam dan kawasan perairan luar pantai yang dalam. Keadaan ini wujud kerana ombak-ombak masih belum dapat menghakis kawasan-kawasannya yang lemah ataupun membina pelantar hakisan ombak di situ. Kawasan ini tidak berguna untuk dijadikan pelabuhan yang baik. Contoh-contoh pinggir laut tanah tinggi timbul terdapat di Scotland, pinggir laut barat Deccan di India dan pinggir laut barat Arab yang menghadap Laut Merah.


http://inani.tripod.com/pantai.htm


Arus Laut Dunia


Air Laut yang Selalu Bergerak


Bumi kita dikelilingi oleh dua lautan yang sangat luas: lautan udara dan lautan air. Keduanya berada dalam keadaan bergerak yang tetap, dibangkitkan oleh energi dari matahari dan gaya gravitasi Bumi. Gerakan-gerakan mereka saling berhubungan: angin memberikan energinya ke permukaan laut sehingga menghasilkan arus laut, dan arus laut membawa energi panas dari satu lokasi ke lokasi lainnya, mengubah pola temperatur permukaan Bumi dan juga mengubah sifat-sifat fisis udara di atasnya.Di laut terbuka, air laut digerakan oleh dua sistem angin. Di dekat khatulistiwa, angin pasat (trade wind) menggerakkan permukaan air ke arah barat. Sementara itu, di daerah lintang sedang (temperate), angin baratan (westerlies wind) menggerakkan kembali permukaan air ke timur. Akibatnya di samudera-samudera akan ditemukan sebuah gerakan permukaan air yang "membundar". Di belahan bumi utara, angin ini membangkitkan arus yang bergerak searah jarum jam, sementara itu di belahan bumi selatan dia bergerak berlawanan arah jarum jam.Arus laut, baik yang di permukaan maupun di kedalaman, berperan dalam iklim di Bumi dengan cara menggerakkan air dingin dari kutub ke daerah tropis dan sebaliknya. Sistem arus global yang mempengaruhi iklim di Bumi ini biasa disebut sebagai "Great Ocean Conveyor Belt" atau dalam bahasa Indonesia saya biasa menyebut sebagai "Sabuk Arus Laut Dunia".Air laut selalu dalam keadaan bergerak. Arus laut bergerak tak ubahnya arus di sungai, gelombang laut bergerak dan menabrak pantai, dan gaya gravitasi bulan dan matahari mengakibatkan naik turunnya air laut dan biasa disebut sebagai fenomena pasang surut laut.
Arus laut tercipta karena adanya pemanasan di beberapa bagian Bumi oleh radiasi sinar matahari. Air yang lebih hangat akan "mengembang", membuat sebuah kemiringan (slope) terhadap daerah sekitarnya yang lebih dingin, dan akibatnya air hangat tersebut akan mengalir ke arah yang lebih rendah yaitu ke arah kutub yang lebih dingin daripada ekuator.Gelombang laut tercipta karena adanya transfer energi dari angin ke permukaan laut. Energi yang tertransferkan ini akan bergerak melintasi permukaan laut, dimana air laut sendiri bergerak dalam gerakan "membundar" (circular motion) di bawah permukaan laut.Pasang surut (pasut) laut adalah gerakan berirama dan dapat diramalkan yang dibangkitkan oleh gaya gravitasi bulan dan matahari. Rentang pasut dapat bervariasi secara "dramatis", bergantung pada bentuk (morfologi) perairannya. Di beberapa tempat , beda antara pasang tertinggi dan surut terendah (rentang pasut) bisa mencapai puluhan meter.



http://oseanografi.blogspot.com/2006/09/air-laut-yang-selalu-bergerak.html

29 April 2009

Hutan Bakau






Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.
Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran tadi --yang mengakibatkan kurangnya
aerasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.




Luas dan Penyebaran
Hutan-hutan bakau menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling khatulistiwa di wilayah tropika dan sedikit di subtropika.
Luas hutan bakau
Indonesia antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang terluas di dunia. Melebihi Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 ha) (Spalding dkk, 1997 dalam Noor dkk, 1999).
Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar
Dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. Yakni di pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan. Di pantai utara Jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan.
Di bagian timur Indonesia, di tepi
Dangkalan Sahul, hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya Papua, terutama di sekitar Teluk Bintuni. Mangrove di Papua mencapai luas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan bakau Indonesia.




Lingkungan fisik dan zonasi
Pandangan di atas dan di bawah air, dekat perakaran pohon
bakau, Rhizophora sp.
Jenis-jenis tumbuhan hutan bakau ini bereaksi berbeda terhadap variasi-variasi lingkungan fisik di atas, sehingga memunculkan zona-zona
vegetasi tertentu. Beberapa faktor lingkungan fisik tersebut adalah:




1. Jenis tanah.
Sebagai wilayah pengendapan, substrat di pesisir bisa sangat berbeda. Yang paling umum adalah hutan bakau tumbuh di atas lumpur tanah liat bercampur dengan bahan organik. Akan tetapi di beberapa tempat, bahan organik ini sedemikian banyak proporsinya; bahkan ada pula hutan bakau yang tumbuh di atas tanah bergambut.
Substrat yang lain adalah lumpur dengan kandungan
pasir yang tinggi, atau bahkan dominan pecahan karang, di pantai-pantai yang berdekatan dengan terumbu karang.




2. Terpaan ombak



Bagian luar atau bagian depan hutan bakau yang berhadapan dengan laut terbuka sering harus mengalami terpaan ombak yang keras dan aliran air yang kuat. Tidak seperti bagian dalamnya yang lebih tenang.Yang agak serupa adalah bagian-bagian hutan yang berhadapan langsung dengan aliran air sungai, yakni yang terletak di tepi sungai. Perbedaannya, salinitas di bagian ini tidak begitu tinggi, terutama di bagian-bagian yang agak jauh dari muara. Hutan bakau juga merupakan salah satu perisai alam yang menahan laju ombak besar.




3. Penggenangan oleh air pasang
Bagian luar juga mengalami genangan air pasang yang paling lama dibandingkan bagian yang lainnya; bahkan terkadang terus menerus terendam. Pada pihak lain, bagian-bagian di pedalaman hutan mungkin hanya terendam air laut manakala terjadi pasang tertinggi sekali dua kali dalam sebulan. Menghadapi variasi-variasi kondisi lingkungan seperti ini, secara alami terbentuk zonasi vegetasi mangrove; yang biasanya berlapis-lapis mulai dari bagian terluar yang terpapar gelombang laut, hingga ke pedalaman yang relatif kering.




Jenis-jenis bakau (Rhizophora spp.) biasanya tumbuh di bagian terluar yang kerap digempur ombak. Bakau Rhizophora apiculata dan R. mucronata tumbuh di atas tanah lumpur. Sedangkan bakau R. stylosa dan perepat (Sonneratia alba) tumbuh di atas pasir berlumpur. Pada bagian laut yang lebih tenang hidup api-api hitam (Avicennia alba) di zona terluar atau zona pionir ini.
Di bagian lebih ke dalam, yang masih tergenang pasang tinggi, biasa ditemui campuran bakau R. mucronata dengan jenis-jenis
kendeka (Bruguiera spp.), kaboa (Aegiceras corniculata) dan lain-lain. Sedangkan di dekat tepi sungai, yang lebih tawar airnya, biasa ditemui nipah (Nypa fruticans), pidada (Sonneratia caseolaris) dan bintaro (Cerbera spp.).
Pada bagian yang lebih kering di pedalaman hutan didapatkan
nirih (Xylocarpus spp.), teruntum (Lumnitzera racemosa), dungun (Heritiera littoralis) dan kayu buta-buta (Excoecaria agallocha).



Bentuk-bentuk adaptasi
Menghadapi lingkungan yang ekstrim di hutan bakau, tetumbuhan beradaptasi dengan berbagai cara. Secara fisik, kebanyakan
vegetasi mangrove menumbuhkan organ khas untuk bertahan hidup. Seperti aneka bentuk akar dan kelenjar garam di daun. Namun ada pula bentuk-bentuk adaptasi fisiologis.
Tegakan
api-api Avicennia di tepi laut. Perhatikan akar napas yang muncul ke atas lumpur pantai.




Pohon-pohon bakau (Rhizophora spp.), yang biasanya tumbuh di zona terluar, mengembangkan akar tunjang (stilt root) untuk bertahan dari ganasnya gelombang. Jenis-jenis api-api (Avicennia spp.) dan pidada (Sonneratia spp.) menumbuhkan akar napas (pneumatophore) yang muncul dari pekatnya lumpur untuk mengambil oksigen dari udara. Pohon kendeka (Bruguiera spp.) mempunyai akar lutut (knee root), sementara pohon-pohon nirih (Xylocarpus spp.) berakar papan yang memanjang berkelok-kelok; keduanya untuk menunjang tegaknya pohon di atas lumpur, sambil pula mendapatkan udara bagi pernapasannya. Ditambah pula kebanyakan jenis-jenis vegetasi mangrove memiliki lentisel, lubang pori pada pepagan untuk bernapas.
Untuk mengatasi salinitas yang tinggi, api-api mengeluarkan kelebihan garam melalui kelenjar di bawah daunnya. Sementara jenis yang lain, seperti Rhizophora mangle, mengembangkan sistem perakaran yang hampir tak tertembus air garam. Air yang terserap telah hampir-hampir
tawar, sekitar 90-97% dari kandungan garam di air laut tak mampu melewati saringan akar ini. Garam yang sempat terkandung di tubuh tumbuhan, diakumulasikan di daun tua dan akan terbuang bersama gugurnya daun.




Pada pihak yang lain, mengingat sukarnya memperoleh air tawar, vegetasi mangrove harus berupaya mempertahankan kandungan air di dalam tubuhnya. Padahal lingkungan lautan tropika yang panas mendorong tingginya penguapan. Beberapa jenis tumbuhan hutan bakau mampu mengatur bukaan mulut daun (stomata) dan arah hadap permukaan daun di siang hari terik, sehingga mengurangi evaporasi dari daun.



Perkembangbiakan
Adaptasi lain yang penting diperlihatkan dalam hal perkembang biakan jenis. Lingkungan yang keras di hutan bakau hampir tidak memungkinkan jenis biji-bijian berkecambah dengan normal di atas lumpurnya. Selain kondisi kimiawinya yang ekstrem, kondisi fisik berupa lumpur dan pasang-surut air laut membuat biji sukar mempertahankan daya hidupnya.
Hampir semua jenis flora hutan bakau memiliki biji atau buah yang dapat mengapung, sehingga dapat tersebar dengan mengikuti arus air. Selain itu, banyak dari jenis-jenis mangrove yang bersifat
vivipar: yakni biji atau benihnya telah berkecambah sebelum buahnya gugur dari pohon.
Contoh yang paling dikenal barangkali adalah perkecambahan buah-buah bakau (Rhizophora),
tengar (Ceriops) atau kendeka (Bruguiera). Buah pohon-pohon ini telah berkecambah dan mengeluarkan akar panjang serupa tombak manakala masih bergantung pada tangkainya. Ketika rontok dan jatuh, buah-buah ini dapat langsung menancap di lumpur di tempat jatuhnya, atau terbawa air pasang, tersangkut dan tumbuh pada bagian lain dari hutan. Kemungkinan lain, terbawa arus laut dan melancong ke tempat-tempat jauh.
Buah
nipah (Nypa fruticans) telah muncul pucuknya sementara masih melekat di tandannya. Sementara buah api-api, kaboa (Aegiceras), jeruju (Acanthus) dan beberapa lainnya telah pula berkecambah di pohon, meski tak nampak dari sebelah luarnya. Keistimewaan-keistimewaan ini tak pelak lagi meningkatkan keberhasilan hidup dari anak-anak semai pohon-pohon itu. Anak semai semacam ini disebut dengan istilah propagul.
Propagul-propagul seperti ini dapat terbawa oleh arus dan ombak laut hingga berkilometer-kilometer jauhnya, bahkan mungkin menyeberangi laut atau
selat bersama kumpulan sampah-sampah laut lainnya. Propagul dapat ‘tidur’ (dormant) berhari-hari bahkan berbulan, selama perjalanan sampai tiba di lokasi yang cocok. Jika akan tumbuh menetap, beberapa jenis propagul dapat mengubah perbandingan bobot bagian-bagian tubuhnya, sehingga bagian akar mulai tenggelam dan propagul mengambang vertikal di air. Ini memudahkannya untuk tersangkut dan menancap di dasar air dangkal yang berlumpur.




Suksesi hutan bakau
Tumbuh dan berkembangnya suatu hutan dikenal dengan istilah suksesi hutan (forest succession atau sere). Hutan bakau merupakan suatu contoh suksesi hutan di
lahan basah (disebut hydrosere). Dengan adanya proses suksesi ini, perlu diketahui bahwa zonasi hutan bakau pada uraian di atas tidaklah kekal, melainkan secara perlahan-lahan bergeser.
Suksesi dimulai dengan terbentuknya suatu paparan lumpur (mudflat) yang dapat berfungsi sebagai substrat hutan bakau. Hingga pada suatu saat substrat baru ini diinvasi oleh propagul-propagul vegetasi mangrove, dan mulailah terbentuk vegetasi
pionir hutan bakau.
Tumbuhnya hutan bakau di suatu tempat bersifat menangkap lumpur. Tanah halus yang dihanyutkan aliran sungai, pasir yang terbawa arus laut, segala macam sampah dan hancuran vegetasi, akan diendapkan di antara perakaran vegetasi mangrove. Dengan demikian lumpur lambat laun akan terakumulasi semakin banyak dan semakin cepat. Hutan bakau pun semakin meluas.




Pada saatnya bagian dalam hutan bakau akan mulai mengering dan menjadi tidak cocok lagi bagi pertumbuhan jenis-jenis pionir seperti Avicennia alba dan Rhizophora mucronata. Ke bagian ini masuk jenis-jenis baru seperti Bruguiera spp. Maka terbentuklah zona yang baru di bagian belakang.




Demikian perubahan terus terjadi, yang memakan waktu berpuluh hingga beratus tahun. Sementara zona pionir terus maju dan meluaskan hutan bakau, zona-zona berikutnya pun bermunculan di bagian pedalaman yang mengering.
Uraian di atas adalah penyederhanaan, dari keadaan alam yang sesungguhnya jauh lebih rumit. Karena tidak selalu hutan bakau terus bertambah luas, bahkan mungkin dapat habis karena faktor-faktor alam seperti abrasi. Demikian pula munculnya zona-zona tak selalu dapat diperkirakan.
Di wilayah-wilayah yang sesuai, hutan mangrove ini dapat tumbuh meluas mencapai ketebalan 4
km atau lebih; meskipun pada umumnya kurang dari itu.




Kekayaan flora
Beraneka jenis tumbuhan dijumpai di hutan bakau. Akan tetapi hanya sekitar 54
spesies dari 20 genera, anggota dari sekitar 16 suku, yang dianggap sebagai jenis-jenis mangrove sejati. Yakni jenis-jenis yang ditemukan hidup terbatas di lingkungan hutan mangrove dan jarang tumbuh di luarnya.
Dari jenis-jenis itu, sekitar 39 jenisnya ditemukan tumbuh di Indonesia; menjadikan hutan bakau Indonesia sebagai yang paling kaya jenis di lingkungan
Samudera Hindia dan Pasifik. Total jenis keseluruhan yang telah diketahui, termasuk jenis-jenis mangrove ikutan, adalah 202 spesies (Noor dkk, 1999).
Berikut ini adalah daftar suku dan
genus mangrove sejati, beserta jumlah jenisnya (dimodifikasi dari Tomlinson, 1986).



Rumput Laut



rumput laut




Rumput laut adalah salah satu sumberdaya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Dalam bahasa Inggris, rumput laut diartikan sebagai seaweed. Sumberdaya ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Rumput laut alam biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, rumput laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak. Di pantai selatan Jawa Barat dan Banten misalnya, rumput laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang. Sementara di daerah pantai barat Sumatera, rumput laut dapat ditemui di pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.



Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis rumput laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan diantaranya adalah Euchema cottonii dan Gracelaria sp. Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budidaya rumput laut ini diantaranya berada di wilayah pesisir
Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Lombok, Sulawesi, Maluku dan Papua.



SEKILAS TENTANG RUMPUT LAUT


Sebagai bahan pangan, rumput laut telah dimanfaatkan bangsa Jepang dan Cina semenjak ribuan tahun yang lalu. Sebenarnya apa rumput laut itu?. Rumput laut merupakan tumbuhan laut jenis alga, masyarakat Eropa mengenalnya dengan sebutan seaweed. Tanaman ini adalah gangang multiseluler golongan divisi thallophyta. Berbeda dengan tanaman sempurna pada umumnya, rumput laut tidak memiliki akar, batang dan daun. Jika kita amati jenis rumput laut sangat beragam, mulai dari yang berbentuk bulat, pipih, tabung atau seperti ranting dahan bercabang-cabang. Rumput laut biasanya hidup di dasar samudera yang dapat tertembus cahaya matahari. Seperti layaknya tanaman darat pada umumnya, rumput laut juga memiliki klorofil atau pigmen warna yang lain. Warna inilah yang menggolongkan jenis rumput laut. Secara umum, rumput laut yang dapat dimakan adalah jenis ganggang biru (cyanophyceae), ganggang hijau (chlorophyceae), ganggang merah (rodophyceae) atau ganggang coklat (phaeophyceae). HASIL OLAH RUMPUT LAUT Beragam hasil olah rumput laut dapat dijumpai di pasaran, mulai dari yang kering, bubuk maupun yang segar. Berikut beberapa diantaranya: Nori: Nori dibuat dari rumput laut yang dihaluskan. bubur rumput laut ini kemudian dihamparkan dengan ketebalan yang sangat tipis. Proses selanjutnya dikeringkan sehingga bentuknya lembaran menyerupai kertas. Nori banyak digunakan pada masakan Jepang, mulai dari pembungkus sushi, udang gulung atau rollade goreng. Pilih nori yang lentur, kering dan warnanya hitam mengkilat. Kombu dan Wakame Sejenis ganggang laut yang dikeringkan. Kombu adalah bahan dasar membuat kaldu pada masakan Jepang. Setelah direbus kuahnya untuk kaldu dan kombunya digunakan untuk isi soup, salad atau tumisan. Sedangkan wakame, bentuknya hampir menyerupai kombu, biasanya digunakan untuk campuran salad, isi soup atau campuran mie. jangan merebus wakame lebih dari satu menit untuk mendapatkan citarasa yang maksimal. Manisan Rumput Laut Diperoleh dari rumput laut segar, kemudian dicuci, direbus dan diolah dengan larutan gula sebagai pengawetnya. Citarasanya menyegarkan dan teksturnya kenyal juga renyah, sangat cocok untuk campuran es, pudding dan aneka dessert. Agar-agar Proses membuat agar-agar sangat panjang. Tahap pertama pemilihan jenis rumput laut yang akan digunakan, yaitu jenis gracilaria sp atau gelidium sp. Slanjutnya proses pemecahan dinding sel, pemasakan(ekstrasi) sampai pada pengeringan. Dipasaran banyak dijumpai agar-agar dalam aneka bentuk, baik yang batangan maupun serbuk. GIZI TERKANDUNG DAN MANFAATNYABanyak penelitian yang membuktikan bahwa rumput laut adalah bahan pangan berkhasiat, berikut beberapa diantaranya: Antikanker Penelitian Harvard School of Public Health di Amerika mengungkap, wanita premenopause di Jepang berpeluang tiga kali lebih kecil terkena kanker payudara dibandingkan wanita Amerika. Hal ini disebabkan pola makan wanita Jepang yang selalu menambahkan rumput laut di dalam menu mereka. Antioksidan Klorofil pada gangang laut hijau dapat berfungsi sebagai antioksidan. Zat ini membantu membersihkan tubuh dari reaksi radikal bebas yang sangat berbahaya bagi tubuh. Mencegah Kardiovaskular Para Ilmuwan Jepang mengungkap, ekstrak rumput laut dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Bagi pengidap stroke, mengkonsumsi rumput laut juga sangat dianjurkan karena dapat menyerap kelebihan garam pada tubuh. Makanan Diet Kandungan serat(dietary fiber) pada rumput laut sangat tinggi. Serat ini bersifat mengenyangkan dan memperlancar proses metabolisme tubuh sehingga sangat baik dikonsumsi penderita obesitas. Karbohidratnya juga sukar dicerna sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama tanpa takut kegemukan.

http://budiboga.blogspot.com/2006/05/manfaat-rumput-laut-cegah-kanker-dan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Rumput_laut

Rumput Lamun



Lamun, Rumput Laut yang Benar-Benar Seperti Rumput.

Bagi kebanyakan orang bila mendengar kata rumput laut, umumnya yang terlintas di benak mereka adalah tumbuhan laut yang dapat diolah menjadi hidangan agar-agar. Hal tersebut memanglah benar karena terdapat jenis rumput laut yang bisa diolah menjadi agar-agar. Tetapi, apakah bentuk asli tumbuhannya memang seperti rumput? Tidak semua orang tahu bentuk aslinya seperti apa. Bahkan banyak orang yang tidak mengetahui bahwa tumbuhan laut yang disebut ‘lamun’, bentuknya benar-benar menyerupai rumput malah tidak dapat diolah menjadi agar-agar. Memang cukup memusingkan, padahal semua ini hanya masalah istilah saja. Pada paparan berikut akan dijelaskan mengenai tumbuhan lamun dan perbedaannya dengan rumput laut lainnya.

Seagrass dan Seaweed
Lamun adalah tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang seluruh proses kehidupannya berlangsung di perairan laut dangkal. Kenampakan luar dari tumbuhan kelompok ini mempunyai kemiripan dengan kerabatnya yang tumbuh di darat yaitu rumput. Lamun mempunyai akar, daun, bunga, dan jaringan-jaringan yang dilapisi lignin sebagai penyalur bahan makanan, air dan gas. Adapun yang membedakannya dengannya dengan tumbuhan darat adalah pada lamun tidak mempunyai stomata (Susetiono, 2004:3).


Lamun (seagrass).
Berbeda dengan lamun ada juga tumbuhan laut lainnya yang disebut rumput laut, yaitu berapa jenis tumbuhan dari kelompok algae merah, hijau dan coklat. Dari kelompok inilah, pada beberapa jenis dapat diolah menjadi bahan agar-agar karena kandungan kimianya. untuk membedakannya dari lamun maka rumput laut dari kelompok algae dalam bahasa Inggis disebut sebagai seaweed, sedangkan lamun disebut sebagai seagrass. Bila diartikan dalam bahasa Indonesia, baik ‘weed’ maupun ‘grass’ diartikan sebagai rumput, jadi tetap saja dua-duanya rumput laut, sehingga sering menimbulkan kerancuan. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, maka akan sedikit dijelaskan mengenai seaweed sehingga terlihat perbedaannya dengan seagraas.
Seaweed adalah tumbuhan yang tidak dapat dibedakan antara bagian akar, batang dan daun. Semua bagian tumbuhannya disebut thallus. Karena bentuknya seperti rumput terutama yang berukuran besar dan hidupnya di laut, maka orang awam terutama kaum usahawan sering menyebutnya rumput laut. Berbeda dengan lamun. Lamun adalah sejenis tumbuhan yang hidup di laut juga, tetapi Lamun dapat dibedakan bagian akar, batang dan daun. (Susanto, 2008). Seaweed terdiri dari beberapa kelompok algae multiseluler: algae merah, hijau dan coklat. Sebagai tambahan, algae hijau biru (Cyanobacteria) yang membentuk rumbai-rumbai juga terkadang dianggap sebagai seaweeds (Anonimous, 2008). Pada umumnya untuk memudahkan pada iastilah bahasa Indonesia, seaweed tetap disebut sebagai rumput laut, sedangkan seagrass disebut lamun.

Beberapa contoh Seaweed
Beberapa jenis seaweed dapat diekstrak untuk mendapatkan agar, diantaranya yaitu dari genus Gelidium, Gracilaria dan Euchema. Selain agar, dapat pula diperoleh ekstrak karaginan dari beberapa species yaitu dari genus Chondrus, Gigartina, Euchema, dan Hypnea. Semoga sedikit gambaran di atas dapat membuka wawasan tentang dua jenis rumput laut yang ada


rumput lamun
Fungsi Lamun
Secara fisik, padang lamun berperan sebagai stabilisator sedimen di dasar perairan dan pelindung pantai dari gempuran ombak dan arus. Dari segi ekologi, padang lamun berfungsi sebagai penghasil bahan organik, habitat berbagai satwa laut, sebagai subtrat bagi banyak biota penempel serta sebagai daerah asuhan bagi larva ikan dan biota lain. ”Banyak jenis ikan karang dan biota lain yang larvanya dibesarkan di padang lamun,”

Selain menyediakan tempat berlindung, padang lamun juga menyediakan makanan bagi larva-larva tersebut. Yang paling menonjol di antara fungsi tersebut adalah perannya sebagai penghasil bahan organik yang mampu menghidupi biota lain seperti ikan duyung dan penyu hijau, satwa langka yang dilindungi undang-undang.

Masyarakat pesisir sudah cukup mengenal lamun secara tradisional. Biasanya mereka menganyamnya menjadi keranjang, dibakar untuk menghasilkan garam dan soda, pengisi kasur, atap rumbai, bahan pelapis, kompos, pengganti benang atau cerutu.
Di dunia, ada lebih dari 50 spesies lamun, sedangkan di Indonesia sendiri ada 12 jenis yang dapat dijumpai dalam skala besar dan menutupi dasar perairan yang luas membentuk padang lamun alias seagrass bed. Jenis tersebut antara lain Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, Halophila spinulosa. Kesemuanya tersebar di sebagian besar pantai dunia engan habitat daerah sungai berkadar garam tinggi, daerah yang selalu mendapat genangan air pada saat air surut, perairan dengan cahaya martahari yang dapat menembus dasar, atau dasar lumpur, pasir dan karang. Tanaman laut ini mudah terancam musnah akibat adanya badai, tsunami, gempa bumi, gunung meletus serta kegiatan manusia seperti bom, limbah industri, pembuangan minyak, limbah air panas, reklamasi dan sejenisnya.

27 April 2009

Terumbu Karang

gugusan terumbu karang dari udara


Terumbu Karang merupakan salah satu komponen utama sumber daya pesisir dan laut utama, disamping hutan mangrove dan padang lamun. Terumbu karang merupakan kumpulan fauna laut yang berkumpul menjadi satu membentuk terumbu. Struktur tubuh karang banyak terdiri atas kalsium dan karbon. Hewan ini hidup dengan memakan berbagai mikro organisme yang hidup melayang di kolom perairan laut.


Terumbu karang dan segala kehidupan yang ada didalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki bangsa
Indonesia yang tak ternilai harganya. Diperkirakan luas terumbu karang yang terdapat di perairan Indonesia adalah lebih dari 60.000 km2, yang tersebar luas dari perairan Kawasan Barat Indonesia sampai Kawasan Timur Indonesia (Walters, 1994 dalam Suharsono, 1998).

Indonesia merupakan tempat bagi sekitar 1/8 dari terumbu karang Dunia (Cesar 1997) dan merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman
biota perairan dibanding dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Menurut Cesar (1997) estimasi jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung.


Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh
manusia adalah pemanfaatan sumber daya ikan, batu karang, pariwisata, penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya. Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah seperti fungsi terumbu karang sebagai penahan abrasi pantai, keanekaragaman hayati dan lain sebagainya.

Indo-Pasifik
Regional Indo-Pasifik terbentang mulai dari
Indonesia sampai ke Polinesia dan Australia lalu ke bagian barat ialah Samudera Pasifik sampai Afrika Timur. Regional ini merupakan bentangan terumbu karang yang terbesar dan terkaya dalam hal jumlah spesies karang, ikan, dan moluska.
Berdasarkan bentuk dan hubungan perbatasan tumbuhnya terumbu karang dengan daratan (land masses) terdapat tiga klasifikasi terumbu karang atau yang sampai sekarang masih secara luas dipergunakan.


1. Terumbu Reef
Endapan masif batu kapur (limestone), terutama kalsium karbonat (CaCO3), yang utamanya dihasilkan oleh hewan karang dan biota-biota lain yang mensekresi kapur, seperti alga berkapur dan moluska. Konstruksi batu kapur biogenis yang menjadi struktur dasar suatu ekosistem pesisir. Dalam dunia navigasi laut, terumbu adalah punggungan laut yang terbentuk oleh batu karang atau pasir di dekat permukaan air.


2. Karang Coral
Disebut juga karang batu (stony coral), yaitu hewan dari Ordo Scleractinia, yang mampu mensekresi CaCO3. Hewan karang tunggal umumnya disebut polip.


3. Karang terumbu
Pembangun utama struktur terumbu, biasanya disebut juga sebagai karang hermatipik (hermatypic coral) atau karang lunak, berbeda dengan batu karang (rock), yang merupakan benda mati.


4. Terumbu karang
Ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur (CaCO3) khususnya jenis­jenis karang batu dan alga berkapur, bersama-sama dengan biota yang hidup di dasar lainnya seperti jenis­jenis moluska, krustasea, ekhinodermata, polikhaeta, porifera, dan tunikata serta biota-biota lain yang hidup bebas di perairan sekitarnya, termasuk jenis-jenis plankton dan jenis-jenis nekton


Jenis-jenis terumbu karang

1. Terumbu karang tepi (fringing reefs)
Terumbu karang tepi atau karang penerus berkembang di mayoritas pesisir pantai dari pulau-pulau besar. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter dengan pertumbuhan ke atas dan ke arah luar menuju laut lepas. Dalam proses perkembangannya, terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau. Pada pantai yang curam, pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal. Contoh:
Bunaken (Sulawesi), Pulau Panaitan (Banten), Nusa Dua (Bali).

2. Terumbu karang penghalang (barrier reefs)
Terumbu karang ini terletak pada jarak yang relatif jauh dari pulau, sekitar 0.5­2 km ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter. Terkadang membentuk lagoon (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya mencapai puluhan kilometer. Umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar pulau sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau karang yang terputus-putus. Contoh:
Batuan Tengah (Bintan, Kepulauan Riau), Spermonde (Sulawesi Selatan), Kepulauan Banggai (Sulawesi Tengah).

3. Terumbu karang cincin (atolls)
Terumbu karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulau­pulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan. Menurut Darwin, terumbu karang cincin merupakan proses lanjutan dari terumbu karang penghalang, dengan kedalaman rata-rata 45 meter. Contoh:
Taka Bone Rate (Sulawesi), Maratua (Kalimantan Selatan), Pulau Dana (NTT), Mapia (Papua)

4. Terumbu karang datar/Gosong terumbu (patch reefs)
Gosong terumbu (patch reefs), terkadang disebut juga sebagai pulau datar (flat island). Terumbu ini tumbuh dari bawah ke atas sampai ke permukaan dan, dalam kurun waktu geologis, membantu pembentukan pulau datar. Umumnya pulau ini akan berkembang secara horizontal atau vertikal dengan kedalaman relatif dangkal. Contoh:
Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Kepulauan Ujung Batu (Aceh)


Zonasi terumbu karang

Windward reef (terumbu yang menghadap angin)
Windward merupakan sisi yang menghadap arah datangnya angin. Zona ini diawali oleh reef slope atau lereng terumbu yang menghadap ke arah laut lepas. Di reef slope, kehidupan karang melimpah pada kedalaman sekitar 50 meter dan umumnya didominasi oleh karang lunak. Namun, pada kedalaman sekitar 15 meter sering terdapat teras terumbu atau reef front yang memiliki kelimpahan karang keras yang cukup tinggi dan karang tumbuh dengan subur.
Mengarah ke dataran pulau atau gosong terumbu (patch reef), di bagian atas reef front terdapat penutupan alga koralin yang cukup luas di punggungan bukit terumbu tempat pengaruh gelombang yang kuat. Daerah ini disebut sebagai pematang alga atau algal ridge. Akhirnya zona windward diakhiri oleh rataan terumbu (reef flat) yang sangat dangkal.

Leeward reef (terumbu yang membelakangi angin)
Leeward merupakan sisi yang membelakangi arah datangnya angin. Zona ini umumnya memiliki hamparan terumbu karang yang lebih sempit daripada windward reef dan memiliki bentangan goba (lagoon) yang cukup lebar. Kedalaman goba biasanya kurang dari 50 meter, namun kondisinya kurang ideal untuk pertumbuhan karang karena kombinasi faktor gelombang dan sirkulasi air yang lemah serta sedimentasi yang lebih besar.




08 April 2009



Maraknya Persoalan Sumber Daya Alam di Indonesia

Harimau Cari Makan di Rumah Penduduk
Andreas Subekti- 2 IPS 3-3





Hutan – hutan di Indonesia khususnya di Pulau Sumatra banyak menyimpan keanekaragaman flora dan fauna. Ratusan bahkan ribuan jenis spesies dapat dijumpai di hutan – hutan tersebut. Pulau Sumatra memang kaya akan flora maupun fauna. Dilihat dari bentuk reliefnya, Pulau Sumatara mempunyai banyak gunung berapi, itu disebabkan karena Pulau Sumatra dilewati oleh dua lempeng yaitu lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia yang saling bergesekan. Itulah sebabnya di daerah Sumatra bagian Barat banyak terdapat gunung berapi yang masih aktif yang kita kenal dengan sebutan Bukit Barisan.

Kaya dengan hutan berarti memiliki banyak ragam fauna. Bahkan untuk saat ini banyak hewan langka yang ada di Pulau Sumatra. Salah satu yang terkenal adalah Harimau Sumatra(panthera tigris). Popuasinya kini tak lebih dari 500 ekor. Harimau Sumatra ini sudah termasuk dalam kategori hewan langka. Kelangkaan ini disebabkan oleh perburuan liar dan kerusakan habitat dari harimau itu sendiri.
Harimau Sumatra tinggal di hutan – hutan Pulau Sumatra. Hewan ini biasanya tinggal di lereng – lereng gunung. Sekarang habitatnya hilang karena ulah manusia. Manusia mulai membuka hutan menjadi ladang dan tempat tinggal. Hilangnya habitat harimau ini memyebabkan harimau di Provinsi Sumatra Barat turun ke pemukiman penduduk untuk mencari makan.
Kedatangan harimau ini sangat merugikan masyarakat. Hewan ternak mereka hilang dimakan harimau, bahkan salah satu penduduk pun diserang oleh harimau. Masyarakat menjadi takut untuk beraktifitas karena serangan harimau ini. Mereka dilarang menembak harimau karena harimau adalah hewan yang dilindungi oleh Pemerintah. Mereka hanya menghalau kedatangan harimau dengan membuat suara dentuman yang diharapkan dapat menghalau harimau.